Sabtu, 09 Agustus 2014

SENANG MELIHAT ORANG SUSAH DAN SUSAH MELIHAT ORANG SENANG



          Mendengar judul tulisan tersebut diatas, sepintas mungkin kita bisa bingung memaknainya. Namun kalau kita renungkan dengan cermat judul tulisan dimaksud bisa kita maknai sebagai satu sifat atau sikap dari seseorang yang sirik atau berjiwa kerdil terhadap  orang lain atau sesamanya.  Sifat atau sikap tersebut juga merupakan salah satu dari sekian banyak sifat atau sikap  manusia insan dunia yang memang serba unik dan penuh misteri. 

         Dikatakan serba unik dan penuh misteri karena seringkali logika berpikir kita bertolak belakang  dengan kenyataan yang ditunjukkan. Kalau biasanya kita menganggap orang tertawa dan menangis itu terkait dengan situasi atau kondisi suka atau duka, namun kenyataan kita bisa melihat orang tertawa  dengan penderitaan orang lain dan bersedih bahkan menangis dengan kebahagiaan orang lain atau dengan kata lain “Senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang”. Disamping itu masih terdapat keadaan yang serba misteri terdapat didalam diri manusia itu, karena manusia menangis tidak selalu berhubungan dengan duka, tetapi bisa juga berkaitan dengan suka. Sebaliknya tertawa juga tidak selalu berhubungan dengan rasa lucu atau lelucon, tapi bisa juga karena menertawakan diri sendiri. 

          Kenyataan bisa kita lihat bahwa manusia itu memang tergolong makhluk penuh misteri. Talenta dan potensi yang dimiliki manusia mampu menciptakan hal-hal yang sangat mengagumkan. Beberapa ilmu pengetahuan dan teknologi canggih karya besar manusia merupakan contoh nyata yang bisa  kita lihat. Dunia rasanya semakin kecil dan sempit dengan komunikasi dan teknologi informasi yang semakin canggih. Apa yang terjadi dibelahan dunia lain pada waktu dan kesempatan yang sama dapat kita ketahui dimanapun kita berada. Pergeseran nilai-nilaipun berobah dengan begitu cepat. Kalau sebelumnya orang tua hanya memberikan kasih sayang kepada anak cucu, sekarang anjing dan kucingpun sudah menjadi tumpahan kasih sayang orang tua, bahkan bisa melebihi kasih sayang sama anak cucu, karena anjing dan kucingnya bisa tiap bulan diperiksakan ke dokter hewan spesialis. 

          Situasi seperti ini mungkin akan terus berjalan dengan cepat sesuai dengan perubahan dan tuntutan zaman yang akan merubah gambaran atau wajah manusia modern menjadi permisif. Salah satu dari penyakit manusia modern permisif ini adalah senang melihat orang susah dan susah melihat orang lain senang. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Hal itu merupakan cerminan dari hati dan pikiran yang kacau balau, pikiran yang dikuasai nafsu atau syahwat serta tindakan yang tidak terkontrol. 

           Alim ulama, rohaniawan dan tokoh-tokoh agama serta para budayawan bukan lagi dianggap orang  patut ditiru dan diteladani untuk kehidupan yang lebih baik dan lebih mulia. Manusia telah terbiasa mempertontonkan sikap dan perilaku tidak terpuji terhadap sesamanya. Manusia sudah menjadi serigala bagi sesamanya. Peristiwa dan kasus-kasus kejahatan yang menjadi tontonan setiap hari telah mendorong  para pakar meneliti berbagai sikap atau perilaku manusia itu. Hasil penelitianpun memunculkan pertanyaan mencengangkan banyak pihak. Dimana muncul pertanyaan yang mengatakan “besok siapa yang mau kita makan” bukan “besok apa yang mau kita makan”. Mereka sudah punya daftar siapa yang mau dimangsa dan selanjutnya mereka membuat strategi bagaimana cara menjebak para mangsa tersebut. 

         Senjata dan strategi mereka sangat ampuh untuk melumpuhkan dan melahap para mangsanya. Berbagai tokoh telah diseret dan digorok termasuk yang memiliki status sosial yang tinggi dan sangat terpandang. Berbagai macam pertanyaan muncul ditengah-tengah orang awam, siapa diantara mereka kedua belah pihak yang beradab? Atau mungkin kedua belah pihak justru sama-sama orang biadab. Yang satu pihak memangsa karena kebutuhannya tidak ada cukupnya  sementara yang dimangsapun tidak tau diri karena hanya berlindung dibawah kekuasaannya. Oleh karena itu, hai manusia dunia  sadarlah dan kembali kejalan yang benar. Sehingga jangan ada lagi “Senang melihat orang susah dan Susah melihat orang senang”, agar manusia hidup dalam kedamaian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar