Minggu, 17 Agustus 2014

BERSATULAH SUPAYA MERDEKA




          Sebagaimana kita tahu bangsa kita, bangsa Indonesia terbelenggu  dalam  penindasan dan penjajahan Belanda selama 350 tahun. Selain itu ditambah lagi 3 tahun penjajahan Jepang yang menurut cerita orang-orang tua kita dahulu jauh lebih kejam lagi dari orang Belanda. Suatu penderitaan yang luar biasa harus dialami bangsa kita pada masa itu.
          Dalam masa penjajahan yang begitu lama, banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dalam lembar sejarah bangsa kita. Semangat juang para pejuang bangsa kita untuk meraih kemerdekaan yang dicita-citakan sudah sewajarnya menjadi contoh yang harus ditiru oleh kita yang hidup dizaman ini. Dengan latar belakang yang berbeda-beda mereka bersatu padu, bahu membahu untuk mengusir penjajah demi mewujudkan kemerdekaan negara  Republik Indonesia yang kita cintai ini. Sesungguhnya, impian untuk mewujudkan negara tercinta ini sudah sejak lama dicanangkan. Bahkan sejak zaman kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapanya. Semangat juang yang mengilhami para pahlawan kita mempersatukan mereka bersatu bangkit dari keterpurukan akibat penjajahan. Kita dapat menikmati kemerdekaan ini sebagai hasil perjuangan mereka membebaskan ikatan belenggu penjajahan.
          Saat ini kita telah 69 tahun menikmati kemerdekaan terbebas dari panjajahan bangsa asing. Namun bukan berarti perjuangan kita sudah selesai, perjuangan kita sesungguhnya masih panjang. Sekarang perjuangan kita bukan lagi mengusir penjajah, tapi perjuangan kita mewujudkan  masyarakat adil dan makmur. Kita sekarang hidup dizaman yang disebut “refomasi”. Reformasi dimaknai sebagai perubahan secara radikal yang bertujuan memperbaiki kehidupan disegala aspek. Dizaman ini orang berani dengan sebebas-bebasnya mengeluarkan pendapatnya tanpa rasa takut akan diintimidasi oleh orang lain maupun penguasa.
Tapi sayang seribu kali sayang reformasi yang kita dengung-dengungkan ini sudah menyimpang dan keluar dari rel kebenaran. Saat ini bukan kepentingan bersama lagi yang diperjuangkan tapi kepentingan kelompok dan golongan atau kepentingan pribadi masing-masing yang menonjol. Sesungguhnya kita masih terkungkung oleh penjajahan baru yaitu perpecahan, kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan.
          Apakah kita sesungguhnya mau merdeka?  Mari kita kembali meneladani semangat juang, semangat persatuan dan kesatuan para pejuang bangsa terdahulu. Kita bersama-sama menabuh genderang perang melawan musuh. Musuh kita bukan lagi bangsa asing, tapi musuh yang harus kita perangi bersama adalah kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan.
          Tanpa rasa kesatuan dan persatuan sebagaimana diwujudkan para pejuang bangsa kita terdahulu, kita tidak akan pernah menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu “Bersatulah Supaya Merdeka”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar