Minggu, 24 Agustus 2014

PEKERJA YANG JUJUR




          Disuatu negeri ada seorang raja yang telah memasuki usia senja hendak mencari penggantinya melalui suatu sayembara. Ia mengundang para pemuda di negeri itu dan berpidato dihadapan mereka. “Aku akan mengadakan sayembara. Kalian semua akan mendapatkan sebuah biji. Tanamlah biji ini, rawatlah dan kembalilah setahun lagi dengan tanaman kalian masing-masing. Bagi yang memiliki tanaman terbaik akan langsung saya tunjuk menjadi raja menggantikanku!”. Salah satu pemuda bernam George terlihat amat antusias. Ia menanam biji itu dan menyirami setiap hari, tetapi sampai sebulan berlalu belum tumbuh apa-apa. Setahun berlalu, semua pemuda membawa tanamannya kepada raja dan raja memuji tanaman yang dibawa oleh mereka. Melihat hal itu George merasa ragu untuk menunjukkan potnya yang tidak menghasilkan apa-apa. Namun ternyata ia justru terpilih menjadi raja. Karena ternyata semua biji yang setahun lalu diberikan raja adalah biji yang sudah masak, dan tentu saja tidak mungkin ada yang bisa tumbuh.
          Sebagian orang berpendapat bahwa bekerja dengan jujur pada zaman  sekarang justru sulit untuk berkembang karirnya. Namun bagi sebagian lagi kejujuran itu merupakan hal yang sangat penting, sekalipun berat berlaku jujur pada masa kini. Mengenai masalah ini, bagaimanakah Anda memandang bekerja dengan kejujuran masa kini? Masih perlukah hal itu? Apakah keuntungan dari bekerja dengan jujur pada zaman sekarang? Orang yang jujur selalu beruntung. Mengalami keberuntungan karena kebenaran akan selalu berpihak padanya dan itu artinya jika kebenaran terungkap, maka ada berkat baginya. Sebaliknya, orang yang berlaku curang akan mendapatkan malapetaka. Memang pada awalnya, orang yang berlaku curanglah yang akan menang. Namun, percayalah bahwa kebenaran akan selalu terungkap.
          Habis gelap terbitlah terang. Demikianlah kehidupan setiap orang yang mau berlaku jujur, pada akhirnya mereka pasti akan selalu keluar sebagai pemenang. Percayalah bahwa tak ada kebenaran yang tak akan disingkapkan oleh Allah. Selamat menabur kejujuran.  (sen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar