Selasa, 19 Agustus 2014

INGATLAH AKHIR HIDUPMU




Disuatu kota tinggallah seorang pemuda karir yang sangat disiplin menggunakan waktu dalam kehidupannya. Hampir tak ada waktunya yang terbuang dengan sia-sia. Sepanjang hari, setiap  minggu, setiap bulan bahkan sepanjang tahun dia sudah punya jadwal yang lengkap dan sangat padat. Dalam perjalanan ke kantor tempat kerjanya, dia sudah merencanakan nanti siang makan dimana, menunya apa dan minumannya apa? Sementara dia makan, diapun sudah memikirkan naik kendaraan apa nanti pulangnya supaya cepat sampai di rumah dan terhindar dari kemacetan. Begitulah kehidupannya setiap hari. Saking terlalu berorientasi pada rencana atau programnya malah dia tidak pernah focus pada apa yang dilakukannya. Dia selalu memikirkan kegiatan dan jadwal berikutnya.
          Kemudian suatu ketika dia menghadapi sesuatu hal yang tidak pernah dibayangkan dan tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapinya, yakni kematiannya. Dia mengalami suatu kecelakaan lalu lintas yang hampir merenggut nyawanya, dia terkejut melihat kedaan betapa hampa dan tidak bermakna hidupnya.
Suka atau tidak suka itulah gambaran hidup dari banyak manusia karir yang sibuk dengan segudang pekerjaan dan rutinitas yang sangat padat. Karena terlalu sibuk dan focus pada pekerjaan dan tugasnya tak jarang membuat lupa akan realitas hidup yang hakiki , yaitu kematian.  Banyak orang yang siap untuk hidup dengan segala perjuangan yang berat, tetapi sedikit orang yang siap untuk menghadapi kematiannya.
          Apapun jabatan dan pangkat Anda, pasti ada batas akhir kehidupan. Kematian tidak dapat dielakkan dari perjalanan hidup Anda, karena itu sesibuk apapun, setinggi apapun kedudukanmu, ingatlah akan akhir hidupmu.
Janganlah sekali-kali anda mendewakan pekerjaan atau janganlah anda diperbudak oleh pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar