Jumat, 30 Mei 2014

MENYESAL SELAMA HIDUP



 Suatu hari seorang ayah bernama John sibuk lembur mengerjakan pekerjaan kantor yang menumpuk di  mejanya. Saat itu, anak perempuannya, Betty putrinya yang baru berumur tiga tahun datang menghampirinya, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Betty berkata dengan manja, “Ayah lihat!” John menjawab katanya, “Wah, buku baru ya?” “Iya, ayo bacakan untukku!” katanya berseri-seri. “Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang ya”, kata John.

Betty tetap berdiri disamping John lalu merayu lagi katanya, “Tapi ibu bilang Ayah akan membacakannya untuk Betty”. Dengan kesal John menjawab, Ayah sangat sibuk. Minta saja Ibu untuk membacakannya”.  “Tapi Ibu lebih sibuk daripada Ayah” katanya.  Betty, sekali lagi Ayah bilang : Lain kali !!! dengan keras John  membentak anaknya. Betty menangis dan berkata, “Iya deh, lain kali ya Ayah, lain kali. Kapan saja Ayah ada waktu,  Ayah tidak usah baca untuk Betty, baca saja untuk Ayah sendiri. Tapi kalau Ayah bisa, bacanya keras-keras ya, supaya Betty juga bisa ikut dengar.” John hanya diam.

          Tiga minggu kemudian, John membacakan buku cerita itu untuk Betty keras-keras sambil menangis berharap Betty bisa mendengarkannya. Dia menyesal karena semuanya sudah terlambat. Betty telah tiada. Betty meninggal karena sebuah mobil menabraknya tepat didepan rumahnya. Seandainya John mau mendengarkan Betty, mungkin dia tidak akan menyesal seumur hidupnya.

           Kesuksesan yang kita raih selalu menuntut tanggungjawab yang lebih besar. Kesibukan pun akan semakin padat. Saat itu, kita mungkin kesulitan untuk membagi waktu dan prioritas kita.  Seperti yang dialami oleh John. Jika kita tidak bisa membagi waktu secara seimbang,  antara pekerjaan, sosial, keluarga dan kehidupan rohani kita, kita justru akan kehilangan banyak hal dalam hidup kita. Mungkin disatu sisi kita bisa berhasil, namun disisi lain kita gagal total. Ingatlah, kesuksesan sejati bukan hanya soal materi namun mencakup segala aspek kehidupan. Karena itu kita harus bijaksana dalam mengatur waktu dan membagi perhatian kita. Jangan sampai hanya karena sibuk dalam satu hal kemudian yang lain menjadi terbengkalai. Semua ada waktunya masing-masing. Gunakanlah itu dengan bijak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar