Rabu, 27 Agustus 2014

NIKMATILAH WAKTU TIDURMU




Sebuah penelitian menyatakan ketika para peserta dalam sebuah studi hanya tidur dalam empat jam selama empat malam berturut-turut, mereka rata-rata mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh sebesar 30 persen. Penurunan semacam itu dapat langsung  meningkatkan kerentanan seseorang terhadap flu, demam, penuaan dini, penambahan berat badan bahkan mungkin penyakity-penyakit serius lainnya seperti kanker.
Ya, tidur merupakan pertolongan kesehatan termurah yang dapat diperoleh seseorang. Itulah sebabnya tak heran bila banyak orang menyatakan adanya suatu pandangan baru atau perubahan suasana hati setelah tidur nyenyak. Kita mengerti bahwa tidur dapat memulihkan baik kondisi tubuh yang letih dan pikiran yang kacau, namun berapa banyak dari kita yang mau tidur saat badan kita lelah atau ketika pikiran kacau memenuhi hati kita? Mungkin tidak banyak, dan jika ditanya kita akan mengungkapkan beberapa alasan. Bisa jadi kita harus bangun pagi dan baru tidur tengah malam supaya dapat menghasilkan uang guna membeli hal-hal yang kita butuhkan. Atau kita terlibat pelayanan, yang memungkinkan kita tidak bisa tidur lebih lama seperti  kebanyakan orang. Mungkin juga kita tengah dirundung persoalan berat sehingga tidak dapat memejamkan mata dengan tenang.
Memang ada saja alasan yang membuat kita tidak mau atau tidak bisa tidur, namun demikian apakah kita ingin percaya bahwa pekerjaan yang kita lakukan pada saat kita terjaga lebih penting daripada pekerjaan yang Tuhan lakukan pada saat kita tidur? Ketahuilah, Tuhan tidak ingin kita menjadi budak pekerjaan dan persoalan kita. Dia ingin kita dapat menikmati berkat tidur yang Dia sediakan. Jadi, nikmatilah waktu tidur malam ini dengan baik sehingga saat kita mengistirahatkan tubuh dan pikiran kita, Tuhan akan bekerja dan memberi apa yang kita minta.  (Imelda)

Selasa, 26 Agustus 2014

WARISAN YANG DIDAPAT CUMA-CUMA




Seorang ayah terkena serangan jantung setelah mendadak ditinggal mati oleh anak tunggal kesayangannya yang begitu ganteng dan cerdas. Dua minggu kemudian si ayah sang konglomerat tersebutpun meninggal dunia.  Sebelum meninggal dia telah menuliskan 2 buah surat wasiat dan menitipkan kepada pengacara keluarganya untuk dibacakan suatu saat setelah dia meninggal dunia. Pada surat wasiat yang pertama ia meminta agar barang-barang antik miliknya dilelang dan barang yang pertama dilelang adalah sebuah lukisan, yang tak lain adalah lukisan almarhum putra kesayangan konglomerat tersebut. Ketika hari pelelangan tiba, banyak orang yang datang karena ingin  dan berminat membeli salah satu barang antik konglomerat tersebut.
          Sesuai dengan surat wasiat pertama, sipengacara meminta juru lelang untuk menjual (melelang) lukisan dimaksud. Setelah berteriak-teriak seperempat jam lamanya tak ada seorangpun yang berminat membeli lukisan itu. Akhirnya lukisan tersebut terjual dengan harga Lima ratus ribu rupiah kepada seorang pria tua yang tak lain adalah pengasuh  (pelayan) almarhum anak konglomerat tersebut semasa hidupnya.  Setelah lukisan itu terjual, selanjutnya si pengacara membacakan surat wasiat yang kedua yang  mengatakan bahwa siapa yang telah membeli lukisan itu, ia berhak memiliki semua harta kekayaan dan barang-barang antik konglomerat itu secara cuma-cuma.
Tindakan sipembeli lukisan itu merupakan bukti bahwa pelayan itu sungguh-sungguh mengasihi dan menyayangi anak majikannya, sehingga ia mau merelakan uangnya yang hanya Lima ratus ribu tersebut untuk membeli lukisan itu. Jalan untuk mendapatkan warisan dan barang-barang antik konglomerat tersebut adalah dengan mengasihi dan menyayangi anaknya yang tunggal.
          Untuk mendapatkan harta yang paling berharga disepanjang masa, yaitu kehidupan yang kekal, maka kita harus menerima dan mengasihi Tuhan. Tuhan mempunyai banyak harta warisan yang kekal yang disediakan untuk orang-orang yang mau diangkat menjadi anaknya.
Anda mau menerima warisan kekal secara Cuma-Cuma? Datanglah kepada Tuhan dan nyatakan dengan sungguh-sungguh anda mau diangkat menjadi anaknya.

Senin, 25 Agustus 2014

KATA HATI




          Apakah anda tahu, bahwa kata hati sering juga disebut hati nurani atau suara hati? Kata hati atau hati nurani ini, dapat diartikan juga sebagai sesuatu yang dapat  diketahui atau dipahami.  Secara singkat, pada umumnya hati nurani dapat diartikan sebagai dorongan keinsyafan batin yang dimiliki oleh seseorang untuk mengambil keputusan. Hati nurani dapat menghayati tentang apa yang baik dan yang buruk, yang berhubungan dengan tingkah laku kongkrit kehidupan seseorang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia memiliki kesadaran yang memungkinkannya memiliki kebebasan sebagai makhluk yang bertanggungjawab atas tindakannya. Oleh karena itu hati nurani harus selalu memperoleh pengaruh positif dari luar. Baik itu pengaruh budaya maupun lingkungan kehidupannya.
          Memang harus diakui, bahwa suara hati bersifat subyektif, karena keputusan dan sikap hati kita sangat dipengaruhi oleh diri kita sendiri. Suara hati mencerminkan segala pengertian dan prasangka kita sendiri, karena suara hati memang bersumber dari diri sendiri.
Hati nurani juga bersifat personal dan adipersonal. Bersifat personal karena selalu berkaitan erat dengan pribadi yang bersangkutan. Bersifat adipersonal karena seolah-olah melebihi pribadi  kita yang merupakan insan diatas kita yang dapat menerangi dan memberikan kesadaran terhadap moral klita.
          Oleh karena itu, perlu adanya pendidikan dan pendewasaan hati nurani. Orang yang ingin bertumbuh dewasa harus mendidik hati nuraninya, untuk dapat dipergunakan sebagai instrumen penunjuk jalan kebenaran.

Minggu, 24 Agustus 2014

PEKERJA YANG JUJUR




          Disuatu negeri ada seorang raja yang telah memasuki usia senja hendak mencari penggantinya melalui suatu sayembara. Ia mengundang para pemuda di negeri itu dan berpidato dihadapan mereka. “Aku akan mengadakan sayembara. Kalian semua akan mendapatkan sebuah biji. Tanamlah biji ini, rawatlah dan kembalilah setahun lagi dengan tanaman kalian masing-masing. Bagi yang memiliki tanaman terbaik akan langsung saya tunjuk menjadi raja menggantikanku!”. Salah satu pemuda bernam George terlihat amat antusias. Ia menanam biji itu dan menyirami setiap hari, tetapi sampai sebulan berlalu belum tumbuh apa-apa. Setahun berlalu, semua pemuda membawa tanamannya kepada raja dan raja memuji tanaman yang dibawa oleh mereka. Melihat hal itu George merasa ragu untuk menunjukkan potnya yang tidak menghasilkan apa-apa. Namun ternyata ia justru terpilih menjadi raja. Karena ternyata semua biji yang setahun lalu diberikan raja adalah biji yang sudah masak, dan tentu saja tidak mungkin ada yang bisa tumbuh.
          Sebagian orang berpendapat bahwa bekerja dengan jujur pada zaman  sekarang justru sulit untuk berkembang karirnya. Namun bagi sebagian lagi kejujuran itu merupakan hal yang sangat penting, sekalipun berat berlaku jujur pada masa kini. Mengenai masalah ini, bagaimanakah Anda memandang bekerja dengan kejujuran masa kini? Masih perlukah hal itu? Apakah keuntungan dari bekerja dengan jujur pada zaman sekarang? Orang yang jujur selalu beruntung. Mengalami keberuntungan karena kebenaran akan selalu berpihak padanya dan itu artinya jika kebenaran terungkap, maka ada berkat baginya. Sebaliknya, orang yang berlaku curang akan mendapatkan malapetaka. Memang pada awalnya, orang yang berlaku curanglah yang akan menang. Namun, percayalah bahwa kebenaran akan selalu terungkap.
          Habis gelap terbitlah terang. Demikianlah kehidupan setiap orang yang mau berlaku jujur, pada akhirnya mereka pasti akan selalu keluar sebagai pemenang. Percayalah bahwa tak ada kebenaran yang tak akan disingkapkan oleh Allah. Selamat menabur kejujuran.  (sen)

Sabtu, 23 Agustus 2014

KEBENARAN TIDAK SELAMANYA DAPAT DISEMBUNYIKAN




Pada hari pertama mulai  bekerja memberi kesan yang sangat ppositif pada diri Kelly.  Ia mendapati semua teman-temanya sangat baik dan sangat menyenangkan. Mereka selalu tersenyum, menyapa dengan ramah dan selalu siap sedia menolong jika ada kesulitan. Tidak berlebihan kalau Kelly optimis kinerjanya nanti akan maksimal, sebab situasi lingkungan kerja terlihat sangat kondusif. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ia mendapati kalau ternyata tidak semua temannya benar-benar baik. Ada yang memang baik, tetapi banyak juga yang berpura-pura baik. Mereka yang berpura-pura baik ini adalah orang-orang yang suka menjilat atasan, menjatuhkan sesama rekan kerja, menusuk dari belakang dan melanggar aturan.
          Membedakan mana orang yang baik dan mana orang yang tidak baik memang tidak mudah. Apalagi pada umumnya orang cenderung mencitrakan diri sebagi sosok yang baik. Akan tetapi sebuah pepatah mengatakan : “Serapat-rapatnya menmyimpan bangkai, pasti akan tercium juga baunya”. Artinya, menyembunikan keburukan sama sekali tidak ada gunanya. Sebab cepat atau lambat keburukan itu pasti akan terkuak, baik secara sengaja, maupun tidak. Ibarat gandum dengan lalang sekilas kelihatan tidak ada bedanya, tetapi perbedaan itu akan nampak saat musim panen datang. Tanaman gandum akan menghasilkan biji-biji gandum, sedangkan lalang tidak menghasilkan apapun. Perbedaan inilah yang menentukan nasib keduanya. Biji gandum akan masuk kelumbung, sedangkan lalang akan dilempar ke api supaya terbakar habis.
          Dalam kehidupan ini, setiap orang bisa memilih antara menjadi gandum atau lalang. Mereka yang menjaga hidupnya tetap benar  dan menjauhi pelanggaran akan menjadi gandum. Pada saatnya mereka akan mendapatkan porsi lebih besar karena akan mendapat promosi.  Sementara mereka yang suka melanggar aturan sehingga merugikan orang lain ataupun perusahaan pantas disebut lalang. Saat seleksi alam terjadi, mereka inilah yang akan tersingkir untuk kemudian posisinya digantikan oleh orang lain. Maka timbul pertanyaan sekarang, tipe manusia yang manakah kita : tipe gandum atau lalang?.
(ryu)